SELAMAT DATANG DI RAPAI SAMAN NAGAN RAYA TELPON : 0852 8554 9960

Selasa, 03 April 2012


ACEH IS THE BEST


MEUNASAH ACEH DI JAKARTA


DURIAN


Musim durian di Nagan merupakan anugerah dari Tuhan yang maha kuasa di berikan kelebihan dengan tumbuhnya batang dan pohon buah termahal ini. Biasanya musim durian setahun sekali tepatnya musim setelah potong padi (Panen).

Hampir di semua area di Nagan bisa tumbuh pohon durian dengan subur asalkan pemilik lahan mau menanamnya.

Durian di mata orang Nagan adalah buah yang sangat banyak manfaatnya bisa dibuatkan dodol duren (Halua), tempoyak (Jruk) dan untuk campuran makanan snack yang lain.

Selain dari kegunaan tersebut diatas durian bisa juga di makan dengan lumang, ketan (Bu Lukat) dan di campur dengan kopi rasanya sangat nikmat. Kalau anda pernah main ke Nagan saat musim durian pasti anda ingin kembali ke Nagan saat anda melihat buah durian di tempat lain.

Durian termasuk buah yang sangat wangi baunya, biarpun berbalut daun masuk ke dalam semak belukar masih bisa tercium baunya bahkan mata kita tidak melihat makanya buah durian jarang tersesat di bawah pohonnya.

Yang lebih seru alias ramphak saat malam tiba, anak-anak muda mempersiapkan diri untuk mencari durian jatuh dengan membawa senter atau leng long. Biasanya mereka berkumpul 3 atau 4 orang duduk diam tanpa ngobrol di bawah pohonnya saat malam tiba, mereka hanya memasang perasaan agar bisa terdengar di mana posisi buah durian jatuh supaya mudah ditemukan walaupun jatuhnya di semak belukar. Sorotan senter seperti sorotan lampu panggung keatas ke bawah ke samping kekanan ke kiri saat durian tersebut sudah bum suara ke bumi.





Rapa'i Saman waktu acara Maulid







PAJOH KANDURI
Maulid Nabi Muhammad di Taman Mini Indonesia Indah

Senin, 02 April 2012

Rapai Saman

Rapai saman adalah salah satu tari dari aceh yang sangat di gemari dan sering mendapat sorakan setelah gerakan-gerakan tangannya berhenti.

Di Jakarta Rapai Saman di kembangkan oleh Kelompok Nagan Raya ( IKNR ),Group ini sudah sering tampil dalam acara-acara akbar di Jakarta.

Bpk.Zulkifli K Alwi adalah salah satu sesepuh Nagan Raya di Jakarta yang turut serta ikut dalam mengembangkan dan mempromosikan budaya Aceh pada suku lain di ibu kota negara Indonesia,sungguh mulia perjuangannya.

Rapai Saman telah pernah Show di Istana Presiden,Taman Mini Indonesia Indah,hari-hari besar,acara resepsi perkawinan dan acara sunatan.

Rapai semakin di kenal dan banyak peminat untuk tampil di acaranya.Maka Group Rapai ini sibuk melatih timnya agar menjadi lebih gemulai dan indah gerakan-gerakannya.



      Dalam acara resepsi pernikahan anak kita tercinta saudara Rafiuddin bin Zulkifli K Alwi


Suara rapai yang indah di ikuti dengan syair-syair yang benafaskan islam,melantunkan pantun-pantun membuat hati tenteram penikmat saat menyaksikannya.

Kadang kala penonton terbawa oleh gerakan tangan yang menyerupai gelombang air laut,gerakan tangan selang seling,kepala di gerakkan sesuai alunan pantun membuat tubuh berjoged bagi penikmatmya.

Alunan tabuhan Rapai "Bring-bring-breng-bruk"yang di sesuaikan dengan irama pantun membuat ruangan riuh,mata penonton tak berkedip hanya lingik-lingik kecil yang terlihat diantara kerumunan orang.

Sheeh dengan gerakan kepala ke kiri dan ke kanan sambil melantunkan syair-syair syahdu yang di sesuaikan dengan gerakan anggotanya.

Keringat membasahi seluruh badan tak terasakan oleh mereka yang penting acaranya tidak berakhir buruk,menciptakan suatu ke indahan walaupun pada dasarnya sangat melelahkan.

Dengan senang hati Group Rapai ini bila dari warga Aceh yang ada di Jakarta,Bandung,Surabaya,Semarang dan Jogjakarta ingin menampilkan budayanya di dalam acara sunatan dan pernikahan silakan menghubungi pengurus group.

Terima kasih
Penulis S.Fenaro











Bagi para penikmat seni tari, Saman menjadi salah satu primadona dalam pertunjukan. Dalam setiap penampilannya, selain menyedot perhatian yang besar juga menyedot para penikmat seni tari. Tarian Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak badan, kepala dan posisi badan. Keunikan lainnya terlihat dari posisi duduk para penari dan goyangan badan yang dihentakkan ke kiri atau ke kanan, ketika syair-syair dilagukan.

Tari ini biasanya dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki, tetapi jumlahnya harus ganjil. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, tarian ini dimainkan pula oleh kaum perempuan atau campuran antara laki-laki dan perempuan. Dan tentunya dengan modifikasi gerak lainnya. Saya kadang bertanya bagaimana orang sebanyak itu bisa dengan serentak memainkan tarian yang memiliki kecepatan tinggi? Selain latihan tentunya, pasti ada formasi tertentu dalam meletakkan tiap-tiap penari itu sehingga kerapatan dan keseimbangan tarian terlihat harmonis dan dinamis.

Hampir semua tarian Aceh dilakukan beramai-ramai. Ini memerlukan kerjasama dan saling percaya antara syeikh (pemimpin dalam tarian) dengan para penarinya. Namun apa saja unsur yang membuat tarian ini menjadi begitu indah dalam gerak, irama dan kekompakan tidak banyak kita mengetahuinya.

Sekarang mari kita mulai mengupas unsur pendukung dalam tari saman ini. Mungkin saat kita mengetahui segala aspek yang terdapat dalam tarian ini, kita dapat lebih memahami. Dan mendapatkan tidak hanya keindahan namun juga makna filosofi dari posisi, gerak, syair yang terlantun saat pertunjukan Saman di gelar.

Dalam penampilan yang biasa saja (bukan pertandingan) dimana adanya keterbatasan waktu, Saman bisa saja dimainkan oleh 10 – 12 penari, akan tetapi keutuhan Saman setidaknya didukung 15 – 17 penari. Yang mempunyai fungsi sebagai berikut :

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Nomor 9 disebut Pengangkat
Pengangkat adalah tokoh utama (sejenis syekh dalam seudati) titik sentral dalam Saman, yang menentukan gerak tari, level tari, syair-syair yang dikumandangkan maupun syair-syair sebagai balasan terhadap serangan lawan main (Saman Jalu / pertandingan).

Nomor 8 dan 10 disebut Pengapit
Pengapit adalah tokoh pembantu pengangkat baik gerak tari maupun nyanyian/ vokal.

Nomor 2-7 dan 11-16 disebut Penyepit
Penyepit adalah penari biasa yang mendukung tari atau gerak tari yang diarahkan pengangkat. Selain sebagai penari juga berperan menyepit (menghimpit). Sehingga kerapatan antara penari terjaga, sehingga penari menyatu tanpa antara dalam posisi banjar/ bershaf (horizontal) untuk keutuhan dan keserempakan gerak.

Nomor 1 dan 17 disebut Penupang
Penupang adalah penari yang paling ujung kanan-kiri dari barisan penari yang duduk berbanjar. Penupang selain berperan sebagai bagian dari pendukung tari juga berperan menupang/ menahan keutuhan posisi tari agar tetap rapat dan lurus. Sehingga penupang disebut penamat kerpe jejerun (pemegang rumput jejerun). Seakan-akan bertahan memperkokoh kedudukan dengan memgang rumput jejerun (jejerun sejenis rumput yang akarnya kuat dan terhujam dalam, sukar di cabut.

Tari saman ditarikan dalam posisi duduk. Termasuk dalam jenis kesenian ratoh duk (tari duduk). Yang kelahirannya erat berkaitan dengan masuk dan berkembangnya agama islam. Dimana posisi penari duduk berlutut, berat badan tertekan kepada kedua telapak kaki. Pola ruang pada tari saman juga terbatas pada level, yakni ketinggian posisi badan. Dari posisi duduk berlutut berubah ke posisi diatas lutut (Gayo – berlembuku) yang merupakan level paling tinggi, sedang level yang paling rendah adalah apabila penari membungkuk badan kedepan sampai 45o (tungkuk) atau miring kebelakang sampai 60o (langat). Terkadang saat melakukan gerakan tersebut disertai gerakan miring ke kanan atau ke kiri yang disebut singkeh. Ada pula gerak badan dalam posisi duduk melenggang ke kanan-depan atau kiri-belakang (lingang).

Selain posisi duduk dan gerak badan, gerak tangan sangat dominan dalam tari saman. Karena dia berfungsi sebagai gerak sekaligus musik. Ada yang disebut cerkop yaitu kedua tangan berhimpit dan searah. Ada juga cilok, yaitu gerak ujung jari telunjuk seakan mengambil sesuatu benda ringan seperti garam. Dan tepok yang dilakukan dalam berbagai posisi (horizontal/ bolak-balik/ seperti baling-baling). Gerakan kepala seperti mengangguk dalam tempo lamban sampai cepat (anguk) dan kepala berputar seperti baling-baling (girek) juga merupakan ragam gerak saman. Kesenyawaan semua unsur inilah yang menambah keindahan dan keharmonisan dalam gerak tari saman.

Karena tari saman di mainkan tanpa alat musik, maka sebagai pengiringnya di gunakan tangan dan badan. Ada beberapa cara untuk mendapatkan bunyi-bunyian tersebut:

Tepukan kedua belah tangan. Ini biasanya bertempo sedang sampai cepat
Pukulan kedua telapak tangan ke dada. Biasanya bertempo cepat
Tepukan sebelah telapak tangan ke dada. Umunya bertempo sedang
Gesekan ibu jari dengan jari tengah tangan (kertip). Umunya bertempo sedang.
Dan nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman. Dimana cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam :

Rengum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.
Dering, yaitu regnum yang segera diikuti oleh semua penari.
Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.

Syeh, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak
Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.

Dalam setiap pertunjukan semuanya itu di sinergikan sehingga mengahasilkan suatu gerak tarian yang mengagumkan. Jadi kekuatan tari Saman tidak hanya terletak pada syairnya saja namun gerak yang kompak menjadi nilai lebih dalam tarian. Ini boleh terwujud dari kepatuhan para penarinya dalam memainkan perannya masing-masing.

Itulah sekelumit tentang fungsi formasi, jenis gerak, asal musik pengiring serta nyanyian dalam pertunjukan tari Saman. Semoga bermanfaat bagi anda dalam memahami tarian Saman.

Sedikit Sejarah Tari Saman
Tari ini berasal dari dataran tinggi tanah Gayo. Di ciptakan oleh seorang Ulama Aceh bernama Syekh Saman. Pada mulanya tarian ini hanya merupakan permainan rakyat biasa yang disebut Pok Ane. Melihat minat yang besar masyarakat Aceh pada kesenian ini maka oleh Syekh disisipilah dengan syair-syair yang berisi Puji-pujian kepada Allah SWT. Sehingga Saman menjadi media dakwah saat itu. Dahulu latihan Saman dilakukan di bawah kolong Meunasah (sejenis surau, saat itu bangunan aceh masih bangunan panggung). Sehingga mereka tidak akan ketinggalan untuk shalat berjamaah.

Sejalan kondisi Aceh dalam peperangan maka syekh menambahkan syair-syair yang manambah semangat juang rakyat Aceh. Tari ini terus berkembang sesuai kebutuhannya. Sampai sekarang tari ini lebih sering di tampilkan dalam perayaan-perayaan keagamaan dan kenegaraan. Tarian ini pada awalnya kurang mendapat perhatian karena keterbatasan komunikasi dan informasi dari dunia luar. Tari ini mulai mengguncang panggung saat penampilannya pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) II dan peresmian pembukaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Gemuruh Saman di TMII menggemparkan tidak hanya nusantara namun sampai ke manca negara. Saya sebagai anak negeri ini berharap semoga tari Saman bisa terus menggema.